» » Pendahuluan 1

Pendahuluan 1

Penulis By on Jumat, 22 Mei 2015 | No comments

Pengertian POST beserta isinya


POST (Power On Self Tes), yaitu test yang dilakukan oleh komputer / PC untuk mengecek fungsi – fungsi komponen pendukung computer apakah bekerja dengan baik atau tidak. POST dilakukan pada saat booting (awal nyalanya mesin), jika komputer mengalami suatu masalah, maka akan terdeteksi gejala kesalahannya melalui POST dan itu berupa suara peringatan / pesan berupa bentuk suara yang dihasilkan melalui speaker atau tampilan visual dimonitor. Selain itu, pesan / peringatan kesalahan juga dapat di deteksi melalui kinerja dari komputer

            POST memungkinkan user dapat mendeteksi, mengisolasi, menentukan, dan menemukan kesalahan sehingga dapat memperbaiki penyimpanan atau kerusakan yang terjadi pada komputer. Mekanisme POST disediakan oleh semua produk komputer atau motherboard dan tersimpan di dalam ROM atau flash ROM BIOS. Secara umum proses dan prosedur yang dilakukan dalam POST pada semua produk motherboard sama. Terdapat beberapa perbedaan yang menjadikan ciri dari produk motherboard tertentu, tetapi pada dasarnya tetap sama.

1)  Prosedur POST (Power On Self Tes)

POST dilakukan setelah komputer dihidupkan dan mulai booting, proses ini dilakukan oleh BIOS. Adapun urutan prosedur POST sebagai berikut :

A.    Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply berputar,
B.  Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya,
C.   Pengecekan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program POST,
D. Pengecekan terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja dengan baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (setting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan,
E.    Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memori bus dan memori module,
F.  Memori sebesar 16KB harus tersedia dan dapat dibaca / ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST,
G.  Pengecekan Input / Output controller. Controller tersebut harus dapat bekerja untuk mengontrol proses membaca / menulis data. Termasuk Input / Output untuk VGA card yang sidah terhubung dengan monitor.

Jika ada salah satu prosedur POST yang tidak berhasil dilewati, maka komputer akan menerima pesan / peringatan kesalahan dari POST. Pesan / peringatan kesalahan berupa kode beep yang dikeluarkanmelalui speaker yang terhubung dengan motherboar (intinya speaker dimotherboard) atau tampilan dilayar monitor sesuai dengan standar masing – masing motherboard.



2) Pesan / Peringatan Kesalahan POST (Power On Self Tes)

Pesan / peringatan kesalahan hasil POST berupa tampilan performance komputer, visual di monitor dan beep dari speaker motherboard. Sesuai dengan urutan prosedur POST yang dilakukan oleh BIOS, maka gejala – gejala
 
No
Gejala
Diagnosa Pesan / Peringatan Kesalahan
1
CPU dan monitor mati
Tidak ada Beep
      1.   Instalasi fisik ke tegangan             listrik AC 110 / 220V
      2.  Power Supply
2
CPU hidup, monitor mati
Tidak ada beep
1.      1. Instalasi kabel data dari VGA       card
      2.   Monitor
3
CPU hidup, monitor mati
Ada beep
Disesuaikan dengan beep

Prosedur test POST yang telah dilakukan untuk memastikan bahwa unit power supply dan monitor bekerja dengan baik. Jika tahap ini dapat dilewati, maka BIOS akan meneruskan POST berikutnya. Adapun hasil dari POST selanjutnya ditunjukkan dengan kode beep apabila ditemukan permasalahan. Bunyi kode beep yang ditunjukkan sesuai dengan BIOS yang digunakan (Award, AMI, IBM).
Kode Beep AWARD BIOS

No
Gejala
Diagnosa
Pesan / Peringatan Kesalahan
1
1Beep pendek
PC dalam keadaan baik
2
1Beep panjang
Terdapat masalah di bagian memori (RAM)
3
1Beep panjang
2Beep pendek
Kerusakan dimodul DRAM parity
4
1Beep panjang
      3Beep Pendek
Kerusakan dibagian VGA
5
Beep terus menerus
Kerusakan dimodul atau memori video

Kode Beep AMI BIOS

No
Gejala
Diagnosa
Pesan / Peringatan Kesalahan
1
1 beep pendek
DRAM gagal merefresh
2
2 beep pendek
Sirkuit gagal mengecek keseimbangan system memori
3
3 beep pendek
BIOS gagal mengakses memori 64KB pertama
4
4 beep pendek
Timer pada system gagal bekerja
5
5 beep pendek
Motherboard tidak dapat menjalankan prosesor
6
6 beep pendek
Controler pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik
7
7 beep pendek
Video mode eror
8
8 beep pendek
Tes memori VGA gagal
9
9 beep pendek
Cheksum eror BIOS bermasalah
10
10 beep pendek
CMOS shutdown read / write mengalami eror
11
11 beep pendek
Chache memori eror
12
1 beep panjang 3 beep pendek
Conventional / Extended memori rusak
13
1 beep panjang 8 beep pendek
Tes tampilan gambar gagal


Kode Beep IBM BIOS

No
Gejala
Diagnosa
Pesan / Peringatan Kesalahan
1
Tidak ada beep
Power supply rusak, VGA card / RAM tidak terpasang
2
1 Beep Pendek
Normal POST dan komputer dalam keadaan baik
3
Beep terus menerus
Power supply rusak, VGA card / RAM tidak terpasang
4
Beep pendek berulang - ulang
Power supply rusak, VGA card / RAM tidak terpasang
5
1 Beep panjang 1 beep pendek
Masalah motherboard
6
1 Beep panjang 2 beep pendek
Masalah bagian VGA card (mono)
7
1 Beep panjang 3 beep pendek
Masalah bagian VGA card (EGA)
8
3 Beep panjang
Keyboard error
9
1 Beep, blank monitor
VGA card sirkuit


Pada komputer tertentu menggunakan bunyi yang pada prinsip nya sama dengan beep untuk memberikan pesan / peringatan kesalahan dalam bentuk suara. Selain beep, biasanya pada kondisi tertentu dapat dilihat juga pesan / peringatan kesalahan dalam bentuk text yang ditampilkan pada layar monitor. Text tertulis merupakan bagian dari POST yang dapat dilaksanakan apabila VGA card dan monitor dalam keadaan baik dan terinstalasi dengan benar. User dapat langsung mengetahui masalah yang ada dengan membaca text peringatan. Misalnya yaitu :

                 Keyboard error   : Masalah pada keyboard,
                CMOS error    : CMOS baterai eror atau masalah pada setting peripheral,
                HDD not install   : Hardisk tidak terpasang

Secara umum, pesan / peringatan kesalahan yang ditampilkan mudah untuk dipahami oleh user. Hanya saja pesan dalam bahasa Inggris.


Tentang, Contoh, Fungsi dan Jenis-jenis dari Peripheral Device

Peripheral adalah hardware tambahan yang disambungkan ke komputer, biasanya dengan bantuan kabel ataupun sekarang sudah banyak perangkat peripheral wireless. Peripheral ini bertugas membantu komputer menyelesaikan tugas yang tidak dapat dilakukan oleh hardware yang sudah terpasang didalam casing.

1. Peripheral utama (main peripheral)

Yaitu peralatan yang harus ada dalam mengoperasikan komputer. Contoh periferal utama yaitu: monitor, keyboard dan mouse.

2. Peripheral pendukung (auxillary peripheral)

Yaitu peralatan yang tidak mesti ada dalam mengoperasikan komputer tetapi diperlukan untuk kegiatan tertentu. Contohnya yaitu: printer, scanner, modem, web cam dan lain-lain.
Sedangkan berdasarkan proses kerjanya dalam mendukung pengoperasian komputer terbagi menjadi:

1. Perangkat masukan (input)

Adalah perangkat yang digunakan untuk memasukkan data atau perintah ke dalam komputer. Perangkat tersebut antara lain :

·         Keyboard

Fungsi:  memasukkan huruf, angka, karakter khusus serta sebagai media bagi user (pengguna) untuk melakukan perintah-perintah lainnya yang diperlukan, seperti menyimpan file dan membuka file.

·         Mouse

Fungsi:  untuk memindahkan pointer atau kursor secara cepat. Selain itu, dapat sebagai perintah praktis dan cepat dibanding dengan keyboard.



·         Scanner

Fungsi:  untuk menyalin/mengambil gambar file dari luar komputer yang hasilnya akan ditampilkan di komputer.

·         Microphone


Fungsi : untuk merekam atau memasukkan suara yang akan disimpan dalam memori komputer dan untuk berbicara saat sedang chatting.
·         Digitizer

Alat ini berfungsi untuk menginput data seperti tulisan maupun untuk mengedit dengan lebih fleksibel karena menggunakan pen seperti saat kita menulis.Alat ini biasanya digunakan dalam hal desain.


2. Perangkat keluaran (output)

Adalah peralatan yang kita gunakan untuk menampilkan hasil pengolahan data atau perintah yang dilakukan oleh komputer. Perangkat tersebut antara lain :

·         Printer

Alat ini memiliki fungsi mencetak hasil kerja dalam media kertas. Mulai dari teks sampai gambar, mulai dari hitam putih hingga yang berwarna.

·         Plotter

Alat ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan printer, hanya saja media yang digunakan jauh lebih besar dan tidak hanya berupa kertas. Dan hasilnya jauh lebih bagus dari printer.

·         Monitor

Alat ini memiliki fungsi menampilkan data berupa grafis tampilan yang sedang di operasikan. Dan pada contoh gambar merupakan Monitro jenis LCD.

·         Speaker

Alat ini berfungsi mengeluarkan data berupa suara. Alat ini merupakan perangkat tambahan, karena sebagian monitor dapat langsung mengeluarkan suara seperti televisi.

·         Headphone

Alat ini memiliki fungsi yang hampir sama dengan speaker, hanya saja ini lebih ke individu. Karena di pasangkan di kepala seseorang.



BIOS (Basic Input Output System)

            BIOS adalah singkatan dari Basic Input Output System. merupakan suatu software (ditulis dalam bahasa assembly) yang mengatur fungsi dasar dari perangkat keras (hardware) komputer. BIOS tertanam dalam sebuah chip memory (ROM ataupun Flash Memory berbahan Comlpimentari Metal Oxide Semiconductor (CMOS) yang terdapat pada motherboard. Sebuah baterai yang biasa disebut sebagai baterai CMOS berfungsi untuk menjaga agar tanggal dan settingan lainnya yang telah kita set pada BIOS tidak hilang atau kembali ke konfigurasi awal meskipun komputer dimatikan.

Fungsi utama BIOS
           Fungsi utama BIOS adalah untuk memberikan instruksi yang dikenal dengan istilah POST (Power On Selft Test) yaitu perintah untuk menginisialisasi dan identifikasi perangkat sistem seperti CPU, RAM, VGA Card, Keyboard dan Mouse, Hardisk drive, Optical (CD/DVD) drive dan hardware lainnya pada saat komputer mulai booting.

Cara Kerja BIOS  

          Cara kerja BIOS adalah dimulai dengan proses inisialisasi, dimana dalam proses ini kita bisa melihat jumlah memory yang terinstall, jenis hardisk dan kapasitasnya dan sebagainya. BIOS kemudian akan mencari, menginisialisasi dan menampilkan informasi dari Graphics Card. Kemudian akan mengecek device ROM lain seperti hardisk dan kemudian melakukan pengetesan RAM yaitu memory count up test. Setelah  semua test komponen berhasil dilakukan, BIOS kemudian akan mencari lokasi booting device dan Sistem Operasi.

MENU-MENU PENGATURAN PADA BIOS

·         Cara Akses BIOS
Untuk mengakses BIOS dapat kita lakukan dengan menekan tombol tertentu (biasanya tombol Delete atau F2) pada Keyboard pada saat pertama kali komputer dinyalakan. Akan terdapat tulisan misalnya "Pres F2 to enter setup", maka langsung saja tekan tombol F2 berulang-ulang.

Cara seting atau konfigurasi BIOS ini berbeda-beda tergantung dari vendor pembuatnya, disini saya akan menampilkan menu-menu pada BIOS yang umum kita temui yaitu Phoenix Award BIOS. Menu utama pada BIOS ini adalah :

1.      Standard CMOS Features, untuk seting tanggal dan melihat hardisk yang terdeteksi, dll.
2.   Advanced BIOS Features, pengaturan boot device priority (pilihan device untuk pertama  booting) dapat diset disini.
3.     Advanced Chipset Features
4.     Integrated Peripherals
5.     Power Management Setup, pembagian tegangan untuk masing-masing periferal dimana ini      sering digunakan untuk overclocking
6.     PnP/PCI Configuration, mengkonfigurasi clock/kecepatan dari setiap perangakat yang
       terpasang pada port PCI/PnP,misal vga pci ,lancard pci, wirelles port pci, HDMI,dll
7.     PC Health Status, kita bisa cek temperatur dan tegangan dari Power Suplly disini.
8.    Load Fail-Safe Defaults (Load Factory Setting), pilih menu ini untuk mengembalikan seluruh  setingan ke mode asalnya (default).
9.  Load Optimized Defaults, mengembalikan settingan optimal yang direkomendasikan oleh  bawaan pabrik.
10.   Set Supervisor Password, memberi kata sandi agar tidak sembarangan user mampu                mengubah-ubah settingan BIOS
11.   Set User Password, 
12.   Save & Exit Setup, menyimpan settingan BIOS lalu keluar.
13.   Exit Without Saving , keluar dari layar bios tanpa menyimpan settingan.

KESIMPULAN : 

BIOS (Basic Input Output System) merupakan hal yang sangat vital yang dapat membantu kita saat hendak melakukan troubleshooting pada kerusakan komputer. Seperti misalnya :
A.    Kasus komputer mati total ternyata bisa diatasi dengan cara mereset BIOS komputer, 
B.  saat hendak melakukan istallasi windows pengaturan first boot harus diatur terlebih dahulu disini.
C.   Melihat spesifikasi perkakas komputer
D.   bahkan saat mengoptimalkan kinerja komputer yang lebih dikenal dengan overclocking.
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya